EFEK KESEHATAN MENONTON TV TERLALU LAMA




Efek Kesehatan Menonton TV Terlalu Lama - Mayoritas masyarakat tidak terlepas dari adanya televisi baik sebagai mengisi waktu luang bersama keluarga, atau menyaksikan acara-acara tertentu yang menjadi kegemarannya. Di Amerika Serikat, penduduka AS menghabiskan waktu rata-rata 5 jam menonton televisi, sementara orang Australia dan beberapa orang Eropa 3,5  hingga 4 jam sehari. 
Angka itu disampaikan pemimpin penelitian Frank HU dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Harvad. Akan tetapi tahukan Anda bahwa keseringan dan terlalu lama menonton televisi berdampak buruk bagi kesehatan Anda?.


1. Meningkatkan Resiko Diabetes

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association pada tahun 2003, menghasilkan bahwa resiko penyakit diabetes akan meningkat mencapai 14 persen, saat seseorang menonton televisi selama dua jam dalam seharinya.

Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton televisi lebih dari 40 jam dalam seminggi, 3 kali beresiko menderita diabets tipe 2 dari pria yang menonton televisi kurang dari 1 jam setiap minggunya.

2. Meningkatkan Obesitas

Banyak riset yang mengubungkan antara aktivitas menonton televisi dengan kenaikan berat badan dan obesitas. Gaya hidup malas bergerak, apalagi disandingan dengan berjam-jam dapat berpengaruh besar pada kondisi kesehatan karena tubuh menjadi sangat sedikit bergerak dan olahraga. Sehingga energi dalam tubuh menumpuk dan malah menjadi penyakit.

Dengan terlalu lama menonton TV banyak orang yang tidak sadar, bahwa menonton TV memiliki kesempatan lebih banyak makan dibandingkan saat melakukan kegiatan lain (Mindless Eating).

3. Meningkatkan Resiko Serangan Asma

Menonton televisi dengan durasi yang lama dapat menyebabkan sesorag terserang penyakit asma. Berdasarkan penelitian yang di lakukan di Inggris terhadap 3000 anak, mulai usia bayi sampai dengan usia 11 tahun, menunjukan bahwa anak-anak tersebut akan memiliki resiko menderita asma dua kali lipat saat melihat acara televisi selama dua jam atau lebih setiap hari.

4. Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), peneliti menemukan bahwa setia jam menonton televisi dapat meningkat resiko kematian akibat serangan jangtung sebesar 18% dan resiko kematian akibat kanker sebesar 9%.

Ini berarti bahwa orang yang menonton televisi lebih dari empat jam memiliki 80% peningkatan resiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode 6 tahun dibandingkan dengan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

5. Merusak Otak

Para peneliti mengungkapkan bahwa kebanyakan nonton televisi dapat mengubah struktur otak Anda dengan cara merusaknya. Hal ini sendiri diketahui setelah sebuah penelitian Jepang melakukan scan otak pada 276 anak dan dalam penelitian tersebut dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan area abu-abu di korteks depan yang membuktikan bahwa menonton televisi dapat menurunkan kecerdasan verbal anak termasuk orang dewasa.

Selain itu pengaruh menonton TV bagi otak Anda antara lain :

a. Hypnotic States. Menyaksikan TV menentun penonotonnya seperti masuk ke dalam sebuah keadaan yang dapat tersugesti untuk tidur, keadaannya seperti terhipnotis. Hal tersebut merupakan jalan mudah yang tersedia untuk masuk ke alam bawah sadar.

b. Lack of Critical Analys, ketika Anda menontin TV, aktivitas otak pindah dari otak kiri Anda yang bertanggung jawab atas pemikiran logis, kesisi kanan untuk analisa kritis. Hal ini penting karena dari otak sebelah kiri lalu ke otak sebelah kanan (shortcut) yang tidak secara baik dapat menganalisa informasi logis yang datang. Sebaliknya otak kanan justru akan merespon secara emosional. Hal ini berati hanya sedikit atau tidak ada analisa seaktu datangnya informasi.

c. Physical Addiction. Aktifitas otak kanan dapat menyebabkan badan mengeluarkan kimia yang membuatnya merasa baik, yang disebut kelenjar endorphin, sejenis obat penenang alami yang serupa dengan heroin. 

Oleh karena itu tidak saja memungkinkan, akan tetapi mungkin sekali ketagihan menonton TV. Hal ini memastikan secara tetak bahwa otak kanan setiap harinya terbuka, sebuah faktor penting yang dibutuhkan untuk memprogram pikiran.

d. Reduction in Higher Brain Function. Mengurangi banyak aktivitas otak, menyebabkan menurunnya aktivitas dibagian bawah otak. Dengan kata lain hal tersebut dipastikan dapat menurunkan kecerdasan Anda dan berprilaku lebih menyerupai "binatang", hanya menyerupai bukan berarti layaknya binatang secara fisik.


6. Merusak Mata

Menonton televisi telalu lama berdampak juga pada mata Anda, terutama ketika menonton televisi di ruangan gelap. Memfokuskan mata Anda terlalu lama pada salah satu objek dapat membuat mata Anda tegang.

Menonton televisi menyebabkan berkurangnya daya lihat fungsi mata. Hal ini disampaikan oleh Ian Morgan dari the Australian National Univesity Canberra. Malah dikuatirkan terlalu banyak nonton televisi akan menyebabkan kebutaan.

Seperti yang dilansir dari Life's Little Mysteries (01/09), ada waktu ketika menonton televisi dalam jarang dekat memang benar mempengaruhi kesehatan mata, Mitos tersebut berawal pada tahun 1960. Saat itu perusahaan General Electric (GE) mengeluarkan produk satu set televisi yang memiliki pancaran radiasi 100.000 kali lebih banyak dari yang disarankan oleh ahli kesehatan. GE pun menarik kembali produknya dan memperbaiki pancaran radiasi televisi tersebut.

Sebenarnya ada bahaya yang lebih besar sebelum insiden GE, Ketika televisi dikembangkan sebelumnya tahun 1950-an, pancaran radiasi bahkan bisa menilmbulkan masalah pada mata jika terus-terusan menonton tv dalam waktu lama. Hal ini diungkapkan oleh Dr Norman Saffra dan Maimonides Medical Center di Brooklyn.

7. Mempercepat Pubertas pada Anak

Menonton TV juga akan berdampak pada percepatan pubertas pada anak. Penilitian Dr. Roberto Salti dari Florence University menunjukan produksi hormon pada anak dengan semakin seringnya menonton televisi.

Tidak dipungkiri tayangan TV yang menyerempet sex telah membuat seorang remaja lebih cepat memproduksi hormon tertoterone. Khusu dalam penelitiannya Salti memberikan obyek berupa TV, komputer, dan Video untuk melihat dampak pengaruh tontonan pada percepatan pubertas.

8. Attention Deficit Disorder (ADD)

Attention Deficit Disorder (ADD) adalah pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat implusif yang tidak sesuai dengan umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukan sifat hiperaktif. Penelitian di Universitas of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% -nya beresiko memiliki masalah gangguan pada usia 7 tahun dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menonton TV.


Masih banyak efek negatif yang ditimbulkan dari terlalu lama menonton televisi setiap harinya. Beberapa resiko kesehatan dari diatas adalah sampel agar kita harus mengatur waktu agar Anda terhindar dari masalah kesehatan dari dampak buruk menonton televisi terlalu lama.


Tips Sehat Menonton Televisi

Pembahasan diatas bukan berarti mengharuskan berhenti menonton televisi, akan tetapi mengatur waktu tidak terlalu lama dan menerapkan pola yang sehat menonton televisi seperti tips berikut.

1. Tontonlah televisi dengan waktu cukup.

Rekomendasi Dr. Aric Sigman, psikolog Inggris yang menulis buku Remotelly Controlled : How Television is Damaging Our Lives. untuk porsi menonton TV seharian adalah sebagai berikut:
  • Usia 3-7 tahun : 30 menit sehari
  • Usia 7-12 tahun : 1 jam sehari
  • Usia 12-15 tahun : 1 jam 30 menit sehari
  • Usia 16 tahun keatas : 2 jam sehari
Dr. Sigman tidak merekomendasikan TV untuk anak dibawah 3 tahun. American Academi of Pediatric tidak merekomdesasikan TV untuk anak di bawah usia 2 tahun. Bagaimana di Indonesia?

2. Setting ruangan yang terang untuk aktivitas menonton

Sesuaikan kekontrasan dan kecemerlangan gambar televisi dengan terangnya ruangan. Ini agar gambar dapat dilihat dengan jelas tanpa akomadasi yang berlebihan dari mata sehingga mata tidak lekas lelah.

3. Atur Jarak menonton

Jarak ideal adalah antara 5 - 6,25 kali lebag gambar di layar TV (Canadian Association of Optometrcists merekomendasikan 5 (lim) kali lebar gambar layar TV; Coffer dkk (1977) da McVey (1970) merekomendasikan 6,25 kali layar dengan sudut pandang 9 derajat hrozontal tegak lurus layar.

4. Manfaatkan jeda iklan untuk "istirahat"

Asosiasi Ahli Pemeriksa Mata Kanada menyarankan agar menonton TV tidak harus menatap layar TV dalam waktu lama. Bila ada jeda iklan alihkan pandangan Anda ke obyek lain selain TV. Hal ini bertujuan mengistirahtka mata Anda sejenak.

5. Hindari acara TV yang membuat cemas dan takut.

Kecemasan dan ketakutan bisa mengganggu tidur. Gangguan tidur akan mempengaruhi kesehatan.

6. Tontonlah acara TV yang bermanfaat

Menonton acara yang bermanfaat bertujuan untuk memberikan rasa relax dan pengetahuan. Misalnya acara tv tentang liputan alam, kesehatan dan sebagainya.

Demikian liputan efek kesehatan menonton televisi terlalu lama. Semoga bermanfaat dan berguna bagi pembaca.


Salam Sehat.