Tips dan Cara Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi - Pada postingan sebelumnya tentang Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang Sehat Sesuai Usia Bayi bahwa MPASI merupakan makanan tambahan yang diberikan kepada sesuai dengan tingkat umurnya dari mulai 6 bulan sampai 2 tahun dengan ASI merupakan kebutuhan utama bayi.
Agar kesehatan bayi tetap terjaga maka seorang ibu seyogyanya memberikan makanan yang berkualitas dan diracik sendiri agar lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya untuk bayi. Berikut tips dan cara pemberian makanan bayi di usia 0 sampai 24 bulan.
1. USIA 0-6 BULAN
Bayi usia 0 sampai 6 bulan hanya di beri ASI saja (ASI Ekslusif). Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI teruatam pada 30 menit pertama setelah bayi lahir. Pada periode ini ASI saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Berikan ASI dari kedua payudara, berikan ASI dari satu payudara sampai kosong kemudian pindah ke payudata lainnya (Depkes RI. 2005).
Kolostrum jangan dibuang tetapi segera diberikan pada bayi. Walaupun jumlahnya sedikit, namun sudah memenuhi kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama. Pemberian ASI diberikan selama dua tahun.
Waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatas dan frekuensinya tidak perlu dijadwal (diberikan pagi, siang, dan malam hari) tetapi berikanlah ketika bayi membutuhkannya. Sebaiknya jangan memberikan makanan atau minuman (air kelapa, air tajin, air teh, madu, pisang dan lain-lain) pada bayi sebelum diberikan ASI karena sangat membahayakan kesehatan bayi dan mengganggu keberhasilan menyusui (Depkes RI, 2005)
Baca juga : Pentingnya ASI Ekslusif pada Bayi
2. BAYI USIA 6-8 BULAN
Ketika bayi Anda berusia 6 bulan sampai umur 8 bulan dan mulai dikenali dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) bayi biasanya memiliki tanda-tanda kesiapan untuk menerima makanan pendamping.
Tidak semua bayi sama, sehingga 6 bulan bukanlah patokan yang baku. Anda dapat mengenali tanda-tanda bahwa si Kecil siap menerima MPAS. Inilah tanda-tanda umum yang biasanya di jumpai pada bayi.
a. Bayi sudah dapat menegakan kepalanya
Pada umumnya bayi sejak berusia 4-5 bulan sudah dapat menegakkan kepalanya. Lehernya sudah kuat. Hal ini penting, agar lehernya lurus ketika ia menelan makanan. Bila ia belum dapat menegakkan kepalanya dengan baik, sebaiknya pemberian MP-ASI ditunda terlebih dahulu, jangan dipaksakan.
b. Bayi udah dapat duduk di high chair (kursi khusus anak untuk makan)
Postur tubuh sangat penting ketika bayi makan. Biasakan bayi duduk di high chair ketika makan. Sejak pertama kali diperknalkan MP-ASI, ia harus dibiasakan makan sambil duduk dan berada di lingkungan meja makan. Inilah tahap awal untuk makan bersama keluarga di meja makan. Jangan menyuapi anak di baby walker, baunce chair, atau tempat lainnya yang tidak memungkinkan bayi duduk dengan tegak.
c. Bayi sudah mau membuka mulut lebar-lebar bika didekatkan dengan sendok
Dekatkan sendok ke mulutnya. Bila ia membuka mulut lebar-lebar, itu tandanta ia sudah siap menerima MPASI. Bayi 6 bulan biasanya bertingkah ingin mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya. Karena sering melihat ayah dan bundanya makan dengan sendok, ia juga ingin mencobanya.
d. Bayi terkarik dengan makanan yang kita makan
Bayi sudah siam menerima MP-ASI akan tertarik dengan apa yang kita makan. Ia akan memandangi suapan demi suapan ketika kita makan, bahkan banyak bayi yang merengek minta mencicipi makanan yang kita makan.
e. Perubahan pola makan dan pola tidur
Bayi yang sudah siap menerima MP-ASI biasanya membutuhkan asupan makanan lebih banyak dari pada biasanya. sehingga pola makan dan pola tidusrnya berbeda dari biasanya.
Misalanya, ia meminum susu lebih sering dari pada biasanya. Bila sehari-hari ia minum 5 kali dan sekali minum adalah 120 ml, kapasitas lambungnya sekitar 120 ml. Karena ia butuh kalori lebih namun kapasitas lambungnya terbatas, maka ia meminta tambahan susu pada malah hari sehingga total menjadi 6 kali.
Bayi 6 bulan biasanya sudah dapat tidur lebih lama dimalam hari, sehinggat tidak bangun setiap 2-3 jam seperti bayi baru lahir. Kini ia sering terbangun menangis karena lapar. Atau ia bangun lebih pagi dari biasanya dan menangis. Itu salah satu tandanya ia siap menerima MP-ASI.
Dalam pemberian makanan pendamping ASI pertama ini kepada bayi ibu harus memperhatikan hal-hal berikut :
- Pemberian ASI diteruskan
- Bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI berbentuk lumat halus karena bayi sudah memiliki refleks mengunyah. Contoh MP-ASI berbentuk halus antara lain bubur susu, biskuit ditambah air atau susu, pisang dan pepaya yang dilumatkan. Berikan pertama kali satu jenis MP-ASI dan berikan sedikit demi sedikit mulai dengan jumlah 1-2 sendok makan, 1-2 kali sehari. Berikan untuk beberapa hari secara tetap, kemudian baru diberikan MP-ASI yang lainnya.
- Perlu diingat setiap kali pemberian MP-ASI, berikan ASI terlebih dahulu, agar ASI dimanfaatkan seoptimal mungkin.
- Memperkenalkan makanan baru pada bayi, jangan dipaksa. Kalau bayi sulit menerima, ulang pemberiannya pada waktu bayi lapar, sedikit demi sedikit dengan sabar, sampai bayi terbiasa dengan rasa makanan tersebut.
![]() |
| Sumber : klinik gizi |
3. BAYI USIA 9-12 BULAN
Bayi usia 9-12 bulan sudah mulai mengalamai kemajuan dalam perkembangan makan. Meskipun demikian, orang tua harus memberi perhatian pada komposisi maskanan, Agar bayi memperoleh gizi yang cukup (tidak kurang dan tidak berlebih).
MP-ASI seperti apa yang bisa diberikan untuk bayi yang mulai memasuki 9 bulan?. Pada saat itu Anda mulai bisa mengenalkan makanan dengan tekstur yang lebih kental dan sedikit kasa seperti nasi tim. Gunanya agar bayi berlatih mengunyah ketika gigi susunya mulai tumbuh.
Orang tua juga harus memberikan berbagai variasi makanan yang lengkap dan seimbang gizinya untuk menunjang proses tumbuh kembang bayi. Selain itu juga memperkuat daya tahan tubuhnya dari berbagai serangan penyakit.
Rekomendasi Pemberian Makanan Pada Bayi usia 9-12 bulan
![]() |
| Sumber : klinik gizi.com |
Bayi yang sudah menginjak usia 12 bulan keatas, pada dasarnya ia sudah boleh mengonsumsi makanan menu padat yang hampir mirip dengan orang dewasa, hanya saja pada masa ini tetap harus dibatasi dan diperhatikan dengan baik beberapa zat yang tidak boleh untuk bayi usia 1-2 tahun. Misalnya, makanan mengandung pengawet, pewarna buatan, pemanis buatan, pelezat makanan, garam berlebih, gula berlebih dan jenisi makanan yang pedas.
Rekomendasi Pemberian Makanan Pada Bayi usia 12-24 bulan
Pada tabel diatas, bahwa pada dasarnya bayi usia 1-2 tahun dengan mengonsumsi padat yang mirip dengan orang dewasa, tetapi pemberian jumlah ASI yang diberikan sudah mulai berkurang.
PAHAMI CARA MEMBERI MAKAN BAYI
- Ajak dan beritahukan bayi mengenai makan dengan memperlihatkan makanan yang berada di sendoknya, agar bayi tahu apa yang hendak dimasukan kedalam mulutnya.
- Berikan kesempatan pada bayi untuk mencicipinya sedikit dari ujung sendok berisi makanan tersebut ke bibirnya.
- Berikanlan kepada bayi jika bayi menyukainya, dengan menyentuhkan makanan ke bibir bawah bayi dan masukkan makanan dari sisi kiri atau kanan mulut bayi,
- Buatlah suasana yang menyenangkan saat makan, ajak bayi makan sambil bermain sehingga bayi merasa nyaman.
- Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan manakanan jika bayi sudah merasa kenyang. Apalagi dengan memaksa membuka mulutnya atau bahkan menjejalkan makanan kemulut bau. Hal tersebut memungkinkan menyebabkan bayi trauma dan kesulitan untuk makan.
- Jika bayi sudah dapat duduk sendiri, ajarkan ia makan dengan memegang sendok sendiri, mengambil makanan dan memasukannya kedalam mulutnya sendiri. Hal ini akan meningkatkan latihan si kecil sehingga akibatnya makanan menjadi blepotan tetapi biarkan dan pandu serta berikan dukungan untuk bayi dalam proses belajar makan ini.
KESIMPULAN
Hal penting dalam pemberian makanan pendamping ASI adalah mengindari memaksakan bayi menghabiskan makanannya. Selama perkembanganya baik, Anda tidak perlu khawatir dia kekurangan makanan. Pada usia ini, bayi akan makan jika dia lapar, bukan karena faktor kesenangan.
Berikan makanan yang sesuai dengan tingkat pertumbuhannya dan memperhatikan gizi yang dibutuhkan si Buah Hati agar mencapai berat badan yang ideal. Periksakan secara rutin kepada dokter untuk memastikan bahwa bayi Anda sehat, pertumbuhan dan berat badan sesuai standar umur bayi, dan selalu lakukan imunisasi, vaksinasi sesuai dengan tingkatan umurnya.
Semoga Bermanfaat
Salam Sehat



