PENTINGNYA ASI EKSLUSIF PADA BAYI



Pentingnya ASI Ekslusif Pada Bayi - ASI (Air Susu Ibu) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang di sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya (WHO, 2004). ASI EKSLUSIF adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu) sedini mungkin setelah persalinan tanpa jadwal dan tidak di beri makanan lain sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur 2 tahun.
Bayi yang diberikan ASI secara ekslusif cenderung lebih sering pemberian ASI-nya dari pada pemberian pada bayi yang minum susu formula. Bayi yang baru lahir biasanya setiap 2 sampai 3 jam disusui oleh ibunya. Semakin bertambah usianya, waktu atau jarak antara menyusui akan meningkat karena kapasitas perut bayi menjadi lebih besar. 

MANFAAT ASI DAN MENYUSUI

Keuntungan menyusui meningkat seiring lama menyusui eklusif selama 6 bulan. Setelah itu, dengan tambahan makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan, keuntungan menyusui meningkat seiring dengan meningkatnya lama pemberian ASI sampai bayi umur 2 tahun.

     a. Manfaat Untuk Bayi

ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna untuk memiliki komposisi, zat yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayu, dapat juga melindungi infeksi gastrointestinal (infeksi yang terjadi pada usus atau perut yang disebabkan oleh beberapa jenis virus, infeksi ini menyebabkan terjadinya mual, muntah, diare, kram perut dan terkadang demam).

ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. ASI juga mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama, seperti : Immunoglobin, Lysozyme, Compelemen C3 dan C4, Antistapiloccus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin. ASI dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan bayi serta meningkatkan jalinan kasih sayang ibu dan anak (bonding) (Gupte, 2004).

Selain itu manfaat lain pemberian ASI kepada bayi diantaranya :

  1. ASI memberikan perlawanan terhadap infeksi, karena antibodi yang diberikan dari ibu sangat membantu bayi untuk melawan beberapa penyakit infeksi, seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan dan radang selaput.
  2. ASI bik untuk bayi lahir prematur yang berkontribusi dalam sistem kekebalan tubuh bayi.
  3. ASI memiliki nutrisi yang mudah dicerna oleh bayi yang baru lahir.
  4. ASI mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi.
  5. ASI mencegah obesitas pada anak.
  6. Pemberian ASI ekslusif menurut beberapa studi menunjukan bahwa anak-anak yang diberikan ASI ekslusif memiliki IQ lebih tinggi dari pada anak yang diberikan susu formula.
  7. Karena ASI mudah dicerna oleh bayi, maka bayu akan cepat lapar dan haus kembali sekitar 2-3 jam terutama dalam 3 minggu pertama.
     b. Manfaat ASI untuk Ibu

Suatu rasa kebanggan dari ibu, bahwa ia dapat memberikan "kehidupan" kepada bayinya dan hubungan yang lebih erat karena secara alamiah terjadi kontak kulit yang erat, bagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak.

Dengan menyusui, rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian rahim keukuran sebelum hamil serta mempercepat berhentinya pendarahan post partum. Dengan menyusui kesuburan ibu akan menjadi berkurang untuk beberapa bulan dan dapat menjarangkan kehamilan. ASI juga dapat mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan datang (Gupte, 2004)

Selain itu manfaat lain pemberian ASI untuk ibu antara lain :

  1. Menyusui ASI akan membantu ibu menurunkan berat badan setelah melahirkan, wanita akan membakar banyak kalori selama menyusui karena tubuh mereka memproduksi susu.
  2. Menyusui akan membuat hormon (oxytocin) yang menyebabkan rahim kembali ke ukuran normal lebih cepat.
  3. Ketika seorang wanita melahirkan dan menyusui bayinya, manfaat asi untuk ibu ialah melindungi dirinya menjadi hamil lagi terlalu cepat, suatu bentuk kontrol kelahiran 98% lebih efektif dari pada menggunakan kontrasepsi.
  4. Menyusui mengurangi resiko ibu terkena osteoporosis, meskipun ibu pasti akan mengalami pengeroposan tulang, kepadatan mineal diisi kembali dan bahkan meningkat setelah menyusui.
  5. Wanita yang menyusui bayi selama dua tahun atau bahkan lebih selama ibu dan bayi menginginkannya akan mengurangi kemungkinan ibu terkenda kanker payudata sebesar 24%.
  6. Ibu dapat semakin intim selama menyusui dengan bayinya, sehingga perasaan yang lebih kuat dengan bayinya. Para peneliti telah menunjukan bahwa ikatan ibu menyusui dengan anak lenih kuat dari pada hubungan dengan manusia lain, memegang anak kedadanya menyediakan sebagaian besar ibu dengan pengalaman psikologis lebih kuat dari pada membawa janin dalam rahumnya. Perasaan ini menetapan dasar kesehatan dan psikologi selama bertahun-tahun yang akan datang.
  7. Menghemat uang, formula bayi, peralatan sterilisasi dan makan bayi bisa mengeluarkan banyak uang. Belum lagi banyak keluarga harus mengeluarkan banyak uang untuk mengobati penyakit akibat bayi tidak mengonsumsi ASI.

KOMPOSISI ASI

Keadaan yang menguntungkan dari ASI meliputi asam amino dan kandungan protein yang optimal untuk bayi normal. Asam lemak esensial dalam jumlah yang berlimpah tetapi tidak berlebihan, kandungan natrium yang relatif rendah tetapi adekuat, beban solut yang rendah dibandingkan dengan susu sapi, dan absorbs yang sangat baik untuk zat besi, kalsium dan seng, yang menyediakan jumlah yang adekuat dari zat-zat nutrisi ini untuk bayi yang disusui ASI secara penuh selama 4-6 bulan (Merenstein, 2001).

ASI tidak saja mengandung makronutrien, vitamin,dan mineral tatapi juga faktor pertumbuhan, hormon, dan faktor protektif. Paling sedikit terdapat 100 komponen pada ASI, termasuk zat yang belum teridentifikasi dan belum jelas perannya. 

Dalam alquran, ASI disebut sebagai “darah putih”. Hal ini merupakan penjelasan yang sangat tepat karena susu awal memiliki lebih banyak sel darah putih daripada darah sendiri.

Sifat khas manusia adalah otak yang besar dan rumit, yang mengalami banyak perkembangan selama 2 tahun pertama. ASI menyediakan laktosa, sistein, kolestrol, dan tromboplastin yang diperlukan untuk sintesis jaringan system syaraf pusat. Namun, karena ASI merupakan nutrisi yang sempurna, analisis komponenya memungkinkan kita memproduksi pengganti untuk ditambahkan kedalam susu formula. Maka dari itu, susu formula tidak akan secara sempurna menyerupai ASI.

Walaupun ASI mungkin dapat dianggap nutrisi yang sempurna, komposisinya bervariasi. Komposisi ASI bervariasi dari orang ke orang, dari satu periode laktasi ke periode lain, dan setiap jam dalam sehari. Adapun komposisi ASI antara lain mengandung protein, lemak, karbohidrat, garam mineral, air, Vitamin seperti pada kolostrum (Melvyn, 2006).

Kolostrum mengandung zat kekebalan, vitamin A yang tinggi, lebih kental dan berwarna kekuning-kuningan. Oleh karena itu, kolostrum harus diberikan kepada bayi. Sekalipun produksi ASI pada hari-hari pertama baru sedikit, namun mencukupi kebutuhan bayi. Pemberian air gula, air tajin dan masakan pralaktal (sebelum ASI lancar diproduksi) lain harus dihindari (Depkes RI, 2005).

Kolostrum merupakan sekresi payudara yang bersifat alkali, yang mungkin mulai dihasilkan selama bulan-bulan terakhir kehamilan dan pada 2- 4 hari pertama setelah melahirkan. Mempunyai berat jenis yang lebih besar (1,040 - 1,060), kandungan protein yang lebih tinggi, vitamin larut lemak, mineral, kandungan karbohidrat, dan lemak yang lebih rendah daripada ASI biasa.

Kolostrum mengandung IgA sekretori, leukosit, dan zat-zat imun lainnya yang berperan dalam mekanisme pertahanan neonatus (Merenstein, 2001).

BERAPA LAMA IBU HARUS MEMBERIKAN ASI EKSLUSIF ?

Berapa lama untuk menyusui adalah keputusan pribadi untuk setiap keluarga tetapi minimal 6 bulan pertama. Menurut WHO merekomendasikan ASI ekslusif selama 6 bulam pertama dan kemudian dilanjutkan ASI dikombinasikan dengan makanan selama 12-24 bulan atau selama ibu dan bayi menginginkannya, bahkan jika ibu hanya menyusui beberapa hari saja sang bayi akan menerima banyak manfaat. 

Berikut ini Ibu manfaat ASI Ekslusif yang diberikan pada bayi dari perhitungan usia pemberian ASI sesuai dengan tahapan kehidupan bayi serta manfaatnya.

  1. Jika menyusui hanya beberapa hari. Bayi akan menerima kolostrum yang berguna sebagai penyedia antibodu dan sumber makanan tubuh barunya, menyusui menbantu anak Anda bekerja sistem pencernaan dengan lancar.
  2. Menyusui bayi selama 4-6 minggu. Selain anak akan mendapatkan pengalaman yang tidak dilupakan saat masa dia kecil, bayi yang mengonsumsi ASI akan lebih rentan terhindar dari penyakit dari pada yang tidak mengonsumsinya
  3. Menyusui bayi selama 3-4 bulan. Sistem pencernaannya akan sempurna, dan dia akan jauh lebih baik mentoleris zat asing dalam susu bayi formula, tidak memerikan apapun selain ASI selama 6 bulan pertama akan melindungi bayi terhadap alergi dan memberikan perlindungan terhadap infeksi telinga selama satu tahun.
  4. Menyusui bayi selama 6 bulan.  Tanpa perlu menambah makanan atau minuman lain Anda akan memastikan yang baik sepanjang tahun pertama bayi Anda hidup, ini akan menghindari resiko anak dari infeksi telingan dan kanker serta mengurangi resiko kanker payudara untuk ibu.
  5. Menyusui bayi selama 9 bulan. Manfaat untuk perkembangan otak dan tubuh tercepat yang paling penting dalam hidupnya karena mendapatkan asupan ASI yang cukup.
  6. Menyusui bayi selama 1-2 tahun. Anda dapat mengurangi biaya dan efek samping dari menggunakan susu bayi formula. Tubuhnya satu tahun mungkin akan mampu memakan makanan lebih variasi selain ASI. Manfaat kesehatan karena menyusui selama setahun akan berguna sepanjang hidupnya. Dia akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
ASI adalah anugran Tuhan yang sangat menakjubkan. Pentinya pemberian ASI ekslusif tanpa makanan dan cairan tambahan selama 6 bulan dan terus berlanjut hingga bayi umur 2 tahun memiliki banyak manfaat untuk pertumbuhan bayi dan juga meningkatkan kesehatan bagi ibu. 

Baca juga : NUTRISI UNTUK KUALITAS ASI