Makanan yang Harus di Hindari Penderita Diabetes Militus - Diabetes Militus (DM) atau yang dikenal orang Indonesia penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikema kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein sebagai akibat dari :
- defisiensi sekresi hormon insulin, aktivtasi insulin atau keduanya
- defisiensi transporter glukosa
- atau keduanya.
Indonesia merupakan negara dengan peringkat populasi penderita diabetes militus menduduki peringkat kelima terbanyak di dunia. Berdasarkan data IDF Diabetes Atlas, pada tahun 2013 penderita diabetes militus di Tanah Air mencapai 8.554.155 orang. "Bahkan angkat tersebut semakin naik menjadi 9,1 juta penderita pada tahun 2014" kata Ketua Perkumpulan Endrokologi Indonesia (Perkeni) Prof. Dr. Achmad Rudjinanto.
Apabila Anda adalah salah satu bagian dari populasi penderita Diabetes Militus diatas, maka Anda harus benar-benar menjaga asupan makanan setiap harinya disamping olahraga yang teratur. Karena penderita diabetes memiliki resiko tinggi untuk mengidap penyakit lainnya yang berbahaya (terutama jantung koroner dan stroke).
Makanan yang dikonsumsi penderita diabetes merupakan salah satu hal penting yang harus lebih diperhatikan terutama mengenai pemilihan jenisnya. Hal ini bertujuan untuk dapat menjaga kestabilan gula darah penderita sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.
Dari makanan dan minuman terdapat beberapa jenis yang harus dihindari penderita diabetes militus, karena apabila memaksa mengkonsumsi yang mestinya dihindari berdampak mempercepat resiko penyakit jantung yang parah. Berikut makanan dan minuman yang wajib dihindari :
1. Sayuran
Sayuran adalah bagian dari tanaman yang layak untuk dikonsumsi kandungan serat dan nutrisi penting lainnya. Tetapi tidak semua jenis sayuran baik untuk dikonsumsi penderita diabates militus terutama yang memiliki kandungan pati. Untuk mengetahui sayuran yang mengandung pati cukup mudah yaitu dengan rasanya yang manis seperti kentang dan ubi.
Selain kentang dan ubi, sayuran lainnya yang mesti dihindari akar bit, kacang-kacangan, tomat, jagung manis, bunga pisang. Sayur dalam kalengan juga beresiko penderita diabetes karena mengandung tambahan sodium dan zat pengawet yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah tinggi pada penderitanya.
Sayuran yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes seperti tauge (toge), lidah buaya, kankung, sawi hijau, daun pandan, daun selada, paria (pare), daun pepaya mudah daun serai.
Sayuran yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes seperti tauge (toge), lidah buaya, kankung, sawi hijau, daun pandan, daun selada, paria (pare), daun pepaya mudah daun serai.
2. Buah-Buahan
Bagi penderita diabetes, buah-buahan tertentu bisa menyebabkan perubahan tingkat gula darah. Beberapa buah yang sebaiknya dihindari seperti mangga, anggur, nanas, aprikot, pisang, semangka, pepaya, sirsak. Tidak masalah mengonsumsi buah-buah diatas selama bisa membatasi dan mengetahui takaran yang aman untuk dikonsumsi.
Buah-buahan yang lebih aman untuk dikonsumsi penderita diabetes seperti buah naga, apel hijau, buah mengkudu, buah pepaya, cuka apel, alpukat, jambu air, belimbing wuluh.
Buah-buahan yang lebih aman untuk dikonsumsi penderita diabetes seperti buah naga, apel hijau, buah mengkudu, buah pepaya, cuka apel, alpukat, jambu air, belimbing wuluh.
3. Nasi
Nasi merupakan makanan pokok yang harus dipenuhi setiap harinya, akan tetapi bagi penderita diabetes mengonsumsi nasi dapat meningkatkan kadar insulin karena memiliki indeks glimetik (IG) yang cukup tinggi 88 hingga 89. Indeks glimetik adalah angka yang menunjukan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dikatakan sebagai tingkatan atau rangking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah.
Sebagai pengganti nasi untuk mengurangi dan menstabilkan kada gula dalam darah dapat mengonsumsi nasi merah, nasi hitam, nasi cokelat , singkong, roti gandum, dan talas.
3. Kopi
Berdasarkan sebuah studi menunjukan, kopi dapat menurunkan diabetes tipe 2 sekaligus melindungi tubuh dari kanker hati dan kanker usus besar serta penyakit Parkinson dan serangan stroke. Para peneliti mengungkapkan kemungkinan dari mineral, antioksidan dan phitchemichal dalam kopi mempengaruhi sensitivitas insulin dan atau sekresi insulin.
Untuk penderita diabates kopi yang mengandung gula tebu dan kopi yang saat ini umum dicampur karamel dengan whipped cream atau pun sirup sebaiknya dikurangi. Meminum kopi hitam tanpa gula adalah pilihan yang paling baik, apabila harus ditambahkan pemanis bisa ditambahkan gula aren. Serta minum kopi lebih baik tidak melebih dua cangkir per hari.
4. Makanan Instan
Makanan instan juga ternyata dapat mempertinggi resiko diabetes. Alasannya karena makanan ini tidak memiliki jumlah nutrisi yang diperlukan tubuh. Mengonsumi makanan instan secara rutin justru akan menyebabkan kurangnya nutrisi tubuh. Dengan berkurangnya nutrisi yang diperoleh tentu saja tubuh tidak akan menjalankan fungsinya dengan baik terutama organ-organ didalamnya.
Bahkan dapat menyebabkan kerusakan sel beta pankreas* dan juga berkurangnya sensitifitas tubuh terhadap insulin dapat menjadi akibat dari kurangnya suplai nutrisi tersebut.
* Sel beta pangkreas adalah sel pada pulau langerhans yang berfungsi untuk menghasilkan insulin, insulin merupakan hormon yang menurunkan kadar gula dalam darah.
5. Minuman Bersoda
Minuman bersoda rasanya menyegarkan. Tetapi dari balik kesegaran tersebut menyimpan bahaya yang serius bagi tubuh diantaranya diabetes. Alasannya karena hormon insulin yang ada dalam tubuh orang sehat tidak cukup apalagi penderita diabates karena tidak sanggup untuk mengubah zat gula menjadi gula otot (glikogen).
Akibatnya gula darah (glukosa) akan meningkat dan membahayakan. Ingat, diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu penyakit yang lainnya seperti misalnya kerusakan jantung koroner dan stroke.
6. Sumber Protein
Protein merupakan salah satu sumber tenaga dalam tubuh bersama sumber energi lainnya seperti karbohidrat dan lemak. Protein berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh melawan berbagai mikroba dan zat toksik lainnya yang datang dari luar dan masuk kedalam tubuh.
Tetapi sumber protein ini dapat meningkatkan resiko penderita diabetes, seperti ayam goreng, kulit unggas, ikan goreng, dan tahu goreng. Para penderita diabetes bisa mendapatkan protein dari dada ayam tanpa kulit, daging yang direbus, tahu kukus atau rebus, ikan panggang, dan telur serta kacang-kacangan yang tidak mengandung pati.
8. Produk Susu
Produk susu yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes adalah susu full cream, es krim, yoghurt dan keju. Tapi untuk penderita dapat tetap mengonsumsi produk susu seperti susu skim, yoghurt dan keju rendah lemak.
Kandungan Karbohidrat yang Baik Bagi Penderita Diabetes
Penderita diabetes atau yang memiliki gejala/resiko diabetes perlu mengetahui kandungan karbohidrat dalam makanannya. Apa saja jenis makanan yang dikonsumsi dan berapa jumlah kandungan nutrisi yang terdapat dalam makanan tersebut.
Perlu diketahun bahwa hampir semua makanan yang kita konsumsi sehari-hari memiliki unsur karbohidrat, dan berbagai makanan tesebut dapat larut dalam darah setelah menjadi glukosa. Berikut takaran kandungan karbohidrat dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari :
Kandungan Karbohidrat yang Baik Bagi Penderita Diabetes
Penderita diabetes atau yang memiliki gejala/resiko diabetes perlu mengetahui kandungan karbohidrat dalam makanannya. Apa saja jenis makanan yang dikonsumsi dan berapa jumlah kandungan nutrisi yang terdapat dalam makanan tersebut.
Perlu diketahun bahwa hampir semua makanan yang kita konsumsi sehari-hari memiliki unsur karbohidrat, dan berbagai makanan tesebut dapat larut dalam darah setelah menjadi glukosa. Berikut takaran kandungan karbohidrat dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari :
- 1 porsi/ditukar dengan makanan lain yang sejenis = karbohidrat 15 gram : 1 porsi = 1 lembar roti 1/2 setengan mangkuk untuk pasta, 1/3 mangkuk untuk nasi. 2/3 mangkuk untuk sereal dan 2-3 biskuit.
- Sayuran yang memiliki tepung dan kacang polong : 1 porsi = 1 kentang ukuran sedang. 1/2 mangkuk kacang polong. 1/2 mangkuk jagung, dan 1/2 mangkuk kentang giling (mashed)
- Buah-buahan : 1 porsi = 1 apel. 1/2 pisang. 1 sendok sirup
- Makanan kemasan bukan keju : 1 porsi = 1 cangkur susu, 1/2 mangkuk yogurt buah (100 gram)
Bagaimana jika penderita diabetes tetap mengonsumi makanan dan minuman yang sebenarnya harus di hindari?
Apabila tetap mengonsumsi makanan yang harusnya menjadi pantangan, maka gula darah dapat mengalami lonjakan. Akibatnya dapat terjadi berbagai komplikasi penyakit seperti penyakit kardiovaskular (serangan jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah) dan juga kerusakan saraf.
Kerusakan saraf dapat menimbulkan gejala kesemutan di ujung jari kaki, mati rasa, hingga nyeri. Rasa ini dapat menyebar hingga ke kaki bagian atas. Komplikasi ini terjadi karena kadar gula yang tinggi dapat melukai dinding kapiler (pembuluh darah kecil) yang berfungsi menyehatkan saraf, terutama dibagian kaki. Jika kerusakan saraf terjadi dibagian pencernaan, dapat menyebabkan diare dan sembelit. Disfungsi ereksi juga dapat terjadi pada pria akibat adanya saraf yang rusak.
Itulah beberapa jenis makanan yang bisa menghambat peningkatan penyaki diabetes militus Anda. Sebenarnya masih banyak makanan dan minuman lainnya yang baik untuk dikonsumsi penderita diabetes.
Asupan makanan sehat dan bernutrisi disertai dengan olahraga yang cukup dapat menjaga gula darah Anda stabil dan mengurangi peningkatan penyakit diabetes militus.
Asupan makanan sehat dan bernutrisi disertai dengan olahraga yang cukup dapat menjaga gula darah Anda stabil dan mengurangi peningkatan penyakit diabetes militus.
Semoga Informasi di atas bermanfaat
Salam Sehat
Salam Sehat
